Showing posts with label jesus christ. Show all posts
Showing posts with label jesus christ. Show all posts

Friday, January 22, 2016

Belajar Bersabar Lewat Yusuf

Siapa itu Yusuf?

Yusuf adalah anak dari Yakub melalui Rahel. Dia merupakan anak ke sebelas untuk Yakub.

Kej 37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Yusuf merupakan anak kesayangan Yakub. Hal ini membuat iri hati saudara-saudaranya yang lain. Saking iri hatinya, saudara-saudara Yusuf bahkan berencana untuk membunuhnya. Separah apa sih?

Kej 37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"

Itu semua karena kasih sayang Yakub yang berlebihan dan karena mimpi Yusuf. 

Yusuf Dijual

Ruben sebagai anak tertua menghalangi niat jahat tersebut. Ia mengusulkan agar Yusuf dikurung saja di sumur kering. Maksudnya agar nanti Ruben bisa membebaskan Yusuf.

Tetapi karena kesibukan menjaga kawanan ternak, Ruben tidak selalu bisa mengawasi Yusuf. Saudara-saudaranya yang lain akhirnya menjual Yusuf ke saudagar Midian.

Kej 37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

Bayangkan betapa kesalnya saudara-saudara Yusuf, sampai menjual saudaranya sendiri. Tetapi sejauh ini saya tidak melihat kesalahan atau perbuatan Yusuf yang membuat saudara-saudaranya marah. Cuma menceritakan mimpi. Itu saja.

Yusuf berumur 17 tahun saat ini.

Apakah mimpi kita membuat kesal orang lain? 

Waktu kecil kita sering ditanya jika besar ingin menjadi apa? Kita diajarkan untuk bermimpi. Diajarkan untuk menggantung cita-cita setinggi langit. The sky is the limit. 

Tetapi ternyata begitu kita menjadi dewasa, mimpi kita banyak yang hilang dan terpendam. Bahkan menjadi hal yang aneh jika kita masih mempunyai mimpi. Banyak orang mencemooh. Mereka mengatakan jangan bermimpi di siang bolong.

Apakah Anda masih mempunyai mimpi? Atau percaya jika semua itu memang mimpi di siang bolong?

Yusuf di Rumah Potifar

1 ¶  Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
2  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

Dari kutipan ayat tersebut, saya menyimpulkan jika Yusuf adalah anak yang baik. Anak yang percaya kepada TUHAN. Yang tidak mengeluh, tetapi memberikan yang terbaik. Walaupun berstatus BUDAK.

Ini membuat saya semakin heran dengan cara mendidik anak yang dilakukan oleh Yakub. Mengapa ia melakukan pilih kasih? Apa karena cuma "anak di masa tua"? Atau karena dilahirkan oleh Rahel, isteri kesayangannya?

Lari dari Godaan

Kej 39:10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.

Ini godaan terbesar yang bisa diterima oleh anak muda. Yusuf muda dan ganteng. Sukses pula. Hal ini membuat isteri bos lupa daratan dan mabuk kepayang. Tetapi Yusuf ingat akan posisinya. TAHU DIRI. Melihat situasi yang tidak menguntungkan, Yusuf lari. Bukan melawan, tetapi lari.

Kej 39:12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Ketika godaan mengintip, apakah Anda melawan godaan atau lari menghindar?

Yusuf di Penjara

Ternyata isteri bos tidak mau dipermalukan. Ia membalikkan cerita dan lebih suka melihat orang lain sengsara. Bos menjadi marah dan menyerahkan Yusuf ke polisi. Dipenjara deh.

Kej 39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

Tetapi sekali lagi, karakter Yusuf memang baik. Ini membuat saya tambah heran terhadap Yakub. Bagaimana sih mendidik anak-anaknya?

Kej 39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

Secercah Harapan

Yusuf itu ditahan di Penjara Politik, tempat tahanan Raja. Jadi pejabat-pejabat istana yang tidak disukai oleh Raja, ditahan di sini. Jadi ketemu deh sama Juru Minuman dan Juru Roti.
Melalui mimpi mereka Yusuf melihat jalan keluar dari tahanan.

Kej 40:14 Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.

Tetapi hal itu dilupakan oleh Juru Minuman. Tidak tanggung-tanggung. Lupanya sampai dua tahun!
Kasihan banget si Yusuf!

Yusuf sebagai Pejabat Mesir

Kebangetan banget deh si Juru Minuman. Tetapi Tuhan tidak melupakan Yusuf. 
Firaun diberikan mimpi dan hanya Yusuf yang mampu menafsirkan mimpi tersebut. Tentunya dengan Hikmat yang dari Tuhan.

Firaun terkesima dengan kebijaksanaan Yusuf dan langsung mengangkat Yusuf sebagai Pejabat Mesir. Tidak tanggung-tanggung. Langsung jadi orang Nomor Dua di Mesir. Nomor Satunya kan si Firaun sendiri.

Kej 41:39 Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.
Kej 41:40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."

Yusuf berumur 30 tahun saat ini.

Bisakah Anda Bersabar?

Anda lihat berapa lama Yusuf dari lobang paling dasar mendaki sampai ke atas? 13 tahun. TIGA BELAS TAHUN.

Anda lihat sikap Yusuf selama itu? 
Tidak mencela tetapi terus memberikan yang terbaik. Terus percaya kepada Tuhan. 

Apa yang Anda lakukan sekarang? Masih berkeluh kesah akan situasi hidup Anda? 

Yusuf sendiri masih harus menunggu 9 tahun lagi baru bertemu dengan saudara-saudaranya. (7 tahun masa subur + 2 tahun masa kelaparan, ketika saudara-saudaranya datang).

Yusuf masih harus menunggu kurang lebih 2 tahun lagi sebelum bertemu dengan Yakub. 
Bayangkan! 24 tahun tidak bertemu dengan ayah tercinta.
Kapan terakhir kali Anda bertemu dengan orang tua Anda?

Penutup

Yusuf merupakan salah satu tokoh Alkitab di mana saya belajar untuk bersabar di dalam perjuangan hidup saya. Ia selalu diberikan prasangka yang kurang baik tetapi tidak pernah mengeluh.  

Sikap ini pun saya lihat di dalam diri Yesus ketika dihakimi dengan tidak adil. Tidak mengeluh dan tidak memberikan pembelaan diri.








Wednesday, February 20, 2008

My dream on fine noon day!

Well, today I have a wonderful nap.
I dreamt that I met my father. It was at some place but much more like at my home now. We talked about financial things and my father smiled.
I don’t remember details of the conversation but I left my father a little bit dissatisfied.

As I walked down the stairs, my father caught my arm and showed me his financial statement from the bank. My eyes caught on the number around 150 million rupiah. My heart sank. It wasn’t enough to pay the store’s debt.
I argued my father that it wasn’t enough but he said I must have miss the other number on different currency. Yes, I was and the number showed more than USD60,000. Somehow it didn’t calculate in my head.

So my father asked me, “What’s wrong?” I just burst in tears, ran to him, and tell him that they are throwing us out from our present home.

Unfortunately, I woke up. To my surprise, my eyes have running tears.

I really miss my father!

As I analyzed the dream, I noticed that my father was not what he should look like while he was alive. A lot different actually, but I can still recognized him as my father. Maybe this is what Jesus has in mind when we are given a new body.

This gives me assurance that my father already with Jesus. Thank you, Jesus!
I miss you, Pa!

Monday, January 21, 2008

Blessed me

I love my wife!



The other day, I talked to Wijaya and shared my depression. Well, he listened well and I really felt uplifted.

One thing he mentioned that I need to take some time off and really leave my routines, even to take some time off alone just by myself.



I discussed this with my wife and told her that I need my space and time. She really upset, because she thinks that I don't love her enough and that she's the one that causes me to depress.



I told her that I just need my relax time without being interupted. My relaxation is really simple. I just need to play with my games. I am blessed that my big brother left his Sony PSP to me. I just upgraded it so I can play straight from memory card.



I spent hours playing games, just to take my mind off from routines. Like last Saturday, while I was waiting for my wife, I played Pirates! on my PSP for 3 hours. (I really love PSP battery that can last longer than 3 hours). I felt a little bit refreshed after that.



I felt I'm ready for anything. So I asked my wife so that we can read more Bible. I can't take any chances while I was sharp but to read Bible.

We started this reading, one year Bible reading, so that we be able read from cover to cover.



We really love it. But of course the devil could not stand still. We face many obstacles, like tired, good movies on TV, etc. With the strenght given by God, we still catch up with the schedule.



I am blessed! I have beautiful wife, good home, good job, good friends, my brother's PSP and PS2. I am now planning to buy a little apartment just on the border of West Jakarta.

I love the place there. Hope this is the right decision.



Help me Jesus, so that I can have the wisdom to discern which is Your will and which isn't.

Tuesday, December 18, 2007

Sisihkan Waktu untuk Berdoa Setiap Hari

Sisihkan Waktu untuk Berdoa Setiap Hari
---------------------------------------

Raja Damai yang besar,
Surya Hidup yang benar,
menyembuhkan dunia,
dalam naungan sayapnya.
- Kidung Jemaat 99:3

Jadikan minggu-minggu sebelum Natal sebagai waktu untuk
memusatkan diri dalam doa.
Buat komitmen dalam waktu dan kasih Anda untuk berdoa.

* Berdoalah setiap hari. Jangan biarkan diri Anda
terperangkap dalam aneka perayaan dan "melakukan"
kegiatan Natal sampai Anda melupakan Dia yang
memungkinkan adanya Natal.

* Berdoalah dengan sikap penuh syukur. Temukan sesuatu
setiap hari yang dapat membuat Anda bersyukur.
Pikirkan kembali tahun yang telah lewat.
Dalam hal apa Anda bersyukur?
Dalam hal apa Anda merasa diberkati?

* Berdoalah agar Tuhan menyembuhkan Anda dan membuat
Anda kembali dalam Natal kali ini. Mintalah agar Tuhan
membantu Anda menyusun prioritas dengan benar,
memusatkan pikiran pada-Nya, dan pernyataan kasih Anda
dilakukan dengan tulus.

* Berdoalah untuk orang-orang yang Anda kasihi.
Berdoalah agar kebutuhan mereka terpenuhi, hati mereka
dihiburkan, kehidupan mereka penuh dengan hal-hal baik
dari Allah.

* Berdoalah bagi mereka yang belum mengenal Tuhan,
mereka yang belum pernah mendengar berita kelahiran-Nya.
Berdoalah bagi mereka yang tidak mengharapkan
kedatangan-Nya yang kedua kali.

* Berdoalah bagi perdamaian dunia.
Berdoalah bagi orang-orang Kristen yang berada
di bawah penindasan di seluruh dunia,
supaya mereka bisa mengalami kehadiran-Nya
dalam masa-masa sulit itu.

* Berdoalah bagi orang-orang dalam gereja dan persekutuan
Anda yang sedang dalam kesulitan.
Ingatlah mereka yang kesepian ,sakit, tunawisma,
menganggur, berduka, atau sedang dirawat di rumah sakit
selama masa Natal.

* Berdoalah bagi mereka yang memimpin gereja Anda.
Sebutkan nama pendeta Anda dan anggota keluarga mereka
dalam doa.

* Berdoalah agar Yesus lahir kembali
di dalam palungan hati Anda.

* Pujilah Tuhan, karena seperti kata Alkitab,
Ia akan mendengar dan mejawab doa Anda.

Doa mempertahankan pusat perhatian kita pada kenyataan
bahwa Yesus datang untuk hadir di tengah kita, supaya
melalui Dia, dan di dalam Dia, dan oleh Dia
-- untuk kemuliaan Allah Bapa --
semua kemuliaan patut kita berikan,
sekarang dan selamanya.

Dialah yang datang pada kita.

Marilah kita membuat Advent sebagai waktu untuk datang kepada-Nya.

Diambil dari:
Judul buku : 52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa
Judul artikel: Sisihkan Waktu untuk Berdoa Setiap Hari
Penerbit : Interaksara
Penulis : Jan Dargtaz
Halaman : 47 -- 49

Monday, December 17, 2007

Live Well!

I don't know what happened to me. My quiet time is much less than I usually have. I seldom pray, I don't have the joy to go to church, I miss my fellowship with Jesus.

Strange for someone that already declared want to study in Theology and probably become a pastor?

I don't think so. I still am a human being who have my own struggles.

I want to serve My Lord with all my heart and my soul and my mind, but I keep on being bugged by the thought of how to provide for my family.
I still don't have a house for my young family, don't know if I should have children, don't know where to find a lot of money.

Of course money can not bring happiness and bla, bla, bla... but everything needs money.

I keep being reminded of Matthew 6:33-34 "But seek first God’s Kingdom, and his righteousness; and all these things will be given to you as well. Therefore don’t be anxious for tomorrow, for tomorrow will be anxious for itself. Each day’s own evil is sufficient."

I am still very anxious. I don't want to become a pastor because it is the easiest way to make money, rather I really love God and choose this road because I want to completely use my ALL to His Glory.

Right now, I feel like losing all my strength. I always don't want to get up from bed and doesn't enjoy working in the office and always come home tired and exhausted.
I can not think clearly and have difficulties remembering things.

I want to have a relax and quiet life. Is it out there?
Live well is enough for me as long as Jesus name is being Glorified.
I am looking forward to this Christmas holiday to rejuvenate my life and fellowship.

Thursday, November 22, 2007

Never understand the love of God

It’s been 10 years now that I can call myself Christian. So much has happen in my life.

Looking back to that year when my eyes were opened, I cannot understand why He led me to Him in most unexpected way.

I don’t know where to start. Maybe the year I failed my second year in High School. I was ignorant back then. I never really paid attention to God, my family or my study. I still went to church but never really went there. I said hello to my family but never really been there. I studied for the sake of being seen study. One thing that I enjoyed most was playing basketball all day long.

My high school has 2 basketball courts. Even though I was not that good, I still had fun playing it. I can play for 4 hours straight without feeling tired. But when I got home, all I wanted was cool shower and a nice sleep. That was the reason I failed. I was too tired to review my lessons or preparing the test.

I remembered the day I realized that I was in trouble. I asked Henry, the cleverest person in the class, to explain some physics principal to me and I got no clue at all what he was saying. It was already mid term. I knew straight away that I was going to fail that year.

My mother told me to move to another school so I can go to the 3rd year in High School. But I insisted on staying. This was the wisest choice I ever made.

God showed me wonderful things from then on.

My second 2nd year in High School was amazing. I got at least 8 for all majors. It was the best year in my life. I passed with head held high. I was proud of my achievements. But I was still ignorant of God even though going to church every week.

My 3rd year in High School. I almost repeated the habits I had in my first 2nd year. I was more careful now. But ignorant that I was, I failed to register UMPTN, National University Entrance Test. For one day my friend asked if I knew where the test take place and I asked if the registration available. My friend was amazed and answered me that it had already closed. I knew I was in trouble again.

Since I don’t register for UMPTN, I sought private university and hopping if my parents let me to study abroad.

I was accepted at Parahyangan University but I didn’t take it. I was hopping my applications for study in USA were accepted. They weren’t.

Now I was between intakes and I didn’t know what to do. Suddenly the craziest idea came up. (I realized now it was from God). I told my parents rather I spent a year waiting for another intakes, why don’t I go to China to study Mandarin. My parents were surprised of this idea but they thought it would be good and sent me away.

Upon arrival in China, fellow students from Indonesia welcomed me. They helped me with registrations. I asked them if they have church there since I know that China is a communist country. They said China had churches and we also had Indonesian Fellowship Church. Great!

Now the best part!

I joined Indonesian Fellowship and learned that God has plans for me and included me as one of the chosen.

I learned that God is real and answers prayers.

One moment really hit me. We planned on having BBQ party and certainly it had to be outdoor. But it was raining season and in Guangzhou when it rained, it can lasted for a week. I was worried because it started to rain that particular week. My friends keep telling me it’s okay. God would hear us and make the rain stopped. I didn’t believe it.

On the morning of BBQ day, it still rained. My friends just keep telling me, Wait and See! Amazingly, on the time we have to prepare BBQ party, the rain starting to stop. No rain at all during the party.

After we finished, the rain started again. I really don’t believe it! Do you?

This experience made me feel inadequate and really accepted Christ as my savior.

That was the first semester.

On the second semester, again, I realized that God really answers prayers. I was chosen to lead Indonesian Fellowship even though I consider myself not capable of such position. I learned after a while that all my fellow Christians had been praying for a male leader. It had been all females. (I don’t see any correlation between leader and gender). But they had been praying and BAM, I was there.

Since my experiences in China, I always on the look out for God’s love. I never understand it but I always gratitude for it. I am still learning to accept it and share it to others.

You Are The Salt of The Earth and You Are The Light of The World

This is the script that I used to deliver the sermon on Morning Chapel time on 28 Feb 2018. "You are the salt of the earth . But i...

Learn For Free!

IDWebHost

Banner IDwebhost

James Gwee